Bandung, KOMA- Serial animasi Upin & Ipin membantah tudingan Propaganda Malaysia oleh Ketua KPI Agung Suprio
Dilansir dari detik.com, Agung menyampaikan bahwa Upin & Ipin itu bisa dikatakan propaganda, propaganda yang positif. Upin & Ipin itu bisa mengenalkan Malaysia atau citra Malaysia kepada dunia luar yang multikultural, sopan, ramah dan religius.
Menurut Wikipedia, propaganda berarti rangkaian pesan yang memiliki tujuan untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang.
Melalui unggahan di halaman resmi Facebook Upin-ipin pada hari Senin (13/09), Upin & Ipin menekankan bahwa penayangan serial animasi Upin-ipin hanya bertujuan untuk hiburan saja.
"Bagaimanapun, pada akhirnya, ini hanya sebuah pertunjukan yang membawa sangat banyak nilai moral sama seperti pelajaran kehidupan," dikutip dari halaman facebook Upin & Ipin, Senin (13/09/2021).
Tanggapan dari pihak Upin & Ipin tersebut mendapat pembelaan dari para netizen dari Indonesia, bahkan ada beberapa netizen dari Indonesia yang menghujat KPI karena dinilai keliru.
Pernyataan mengenai Upin & Ipin disebut propaganda berawal dari pembahasan Ketua KPI yang menyatakan bahwa animasi dari Indonesia tidak banyak diproduksi seperti animasi dari luar karena terkendala biaya yang tidak murah.
"Tadi gue jelaskan, biaya produksinya mahal banget. Jadi lebih baik dibeli dari luar, tinggal tayang.” Ujar Agung.
Upin & Ipin adalah serial Animasi dari negara Malaysia yang menceritakan tentang keseharian Upin & Ipin beserta teman-teman dan keluarganya. Kedua anak kembar ini dibesarkan oleh nenek dan kakaknya yang dipanggil Kak Ros. Dalam animasi ini banyak nilai moral yang bisa diambil untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
(LILIA/HAZI/YOGI)

No comments:
Post a Comment