Bandung, KOMA – Pamali, sebuah istilah yang tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Sebagaimana yang sudah diketahui bahwa Indonesia kental akan nilai dan kultur kebudayaannya yang di mana tentunya ada beberapa aturan yang bisa dibilang “unik”. Biasanya “pamali” ini diturunkan dari orang tua ke anaknya, dan begitu seterusnya. Pamali lebih termasuk ke dalam suatu “pantangan” yang tidak diboleh dilakukan, dan jika dilakukan akan ada sanksi atau akibat. Apa kalian percaya akan “pamali” ini? Atau mungkin itu hanya akal-akalan orang tua zaman dulu agar anaknya patuh?
Ada beberapa macam “pamali” yang terkenal di nusantara ini, yang pertama yaitu “Jangan bersiul malam-malam, nanti manggil setan”, pernah dengar? Saat malam hari dilarang bersiul oleh orang tua, sebab katanya nanti manggil makhluk halus. Wah keren juga ya bisa manggil setan, atau malah menakutkan? Padahal jika kita pikir secara logis, mungkin kenapa dilarang bersiul pada malam hari karena akan menganggu orang-orang yang sedang beristirahat, apalagi di waktu malam biasanya suasananya sunyi dan sepi, plus jika di desa tinggalnya. Pasti hanya akan menimbulkan berisik yang menyebalkan dan mengganggu.
“Jangan keluar atau main di waktu maghrib! nanti diculik wewe gombel” tentu ga asing kan dengan kata-kata ini? Apalagi untuk umat muslim yang harus menjalankan ibadah nantinya, pasti sebelum maghrib sudah disuruh pulang untuk bersiap-siap ibadah. Orang tua zaman dahulu melarang anak-anaknya main atau keluar dari rumah saat waktu maghrib, dengan imin-iming akan diculik “wewe gombel”, tentu di usia anak-anak hal itu menakutkan dan tak akan terpikir alasan logisnya. Padahal kenapa ada pantangan ini karena di waktu itulah waktu untuk beribadah, istirahat, dan berkumpul keluarga. Dan logisnya anak-anak tak baik bermain di waktu menjelang malam. Tapi kalau dilihat di zaman sekarang, banyak anak-anak “senja” yang keluar di waktu maghrib ya.
Sumber :
https://ayobandung.com/read/2019/05/28/53577/pa-mali-sesepuh-semua-pantangan-di-tanah-sunda
https://www.minews.id/cuitan-mi/7-mitos-pamali-di-indonesia-apa-saja

No comments:
Post a Comment