Bandung, KOMA – Indonesia memiliki beragam jenis puisi mulai dari tema romansa, komedi, tentang kehidupan, dan masih banyak lagi. Disini kami telah mengumpulkan 3 buah puisi karya para penyair terkenal. Ada “Sajak Putih” karya Chairil Anwar yang bertemakan romansa, lalu ada “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono, dan “Mata Hitam” karya WS Rendra.
Chairil Anwar atau yang dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang", adalah penyair terkemuka Indonesia. Dia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 sekaligus puisi modern Indonesia. Berikut adalah puisi ciptaan beliau yang bercerita tentang seorang pemuda yang yang pada awalnya menceritakan tentang isi hatinya.
SAJAK PUTIH
Karya Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna Pelangi
Kau depan ku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut Senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak membelah
WS Rendra adalah salah seorang penyair terkenal yang juga berprofesi sebagai sutradara teater dan seringkali ikut berperan di depan layar. Karya-karyanya dikenal sering memamerkan keindahan selayaknya Rendra menjuluki dirinya sendiri sebagai si burung Merak. Berikut adalah salah satu puisinya yang terkenal tentang sepasang laki-laki dan perempuan yang saling merindukan.
MATA HITAM
Karya WS Rendra
Dua mata hitam adalah matahati yang biru
dua mata hitam sangat kenal bahasa rindu.
Rindu bukanlah milik perempuan melulu
dan keduanya sama tahu, dan keduanya tanpa malu.
Dua mata hitam terbenam di daging yang wangi.
Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono adalah seorang pujangga Indonesia terkemuka, yang dikenal lewat berbagai puisi-puisinya, yang menggunakan kata-kata sederhana, sehingga beberapa di antaranya sangat populer. Berikut adalah sebuah puisi yang seolah menyatakan alasan beliau masih menulis hingga kini.
PADA SUATU HARI NANTI
Karya Sapardi Djoko Damono
Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakah sendiri
Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi di antara larik-larik sajak ini
Kau akan tetap kusiasati
Pada suatu hari nanti
Impianku pun tak dikenal lagi
Namun disela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya kucari

No comments:
Post a Comment