Hantu di Sekolah - KOMA's Official Website

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Hantu di Sekolah

Share This

 Hantu di Sekolah



Cerita soal sekolah tidak pernah ada habisnya. Entah itu cerita lucu, berkesan, atau bahkan cerita horor. Banyak juga sekolah yang terkenal karena sekolah itu merupakan sekolah yang angker. Sama seperti SMA ku, terkenal sebagai sekolah yang angker. Sebagian besar siswa dan siswi di sekolahku percaya hal itu. Tetapi aku sendiri tidak percaya itu. Karena aku tidak pernah melihat atau merasakannya sendiri. Sudah banyak teman temanku yang merasakan hal horor di sekolah. Sering aku mendengar cerita mereka, namun aku hanya menganggap itu adalah imajinasi mereka saja.
 

Hingga suatu hari, aku dan teman-temanku diharuskan datang ke sekolah pada hari sabtu siang. Kita diharuskan hadir dalam suatu acara ekstrakulikuler. Saat itu aku sedang bersama 4 orang temanku di kelas sambil menunggu teman teman yang lainnya datang. Di dalam kelas, kita bermain kartu sambil bercerita soal hal hal horor yang pernah terjadi di sekolah. Temanku Shafa, dia bercerita “Kalian tau ruang seni yang di lantai 2 itu kan? Waktu aku lagi ada di deket ruangan itu aku mendengar suara gamelan. Terus karena penasaran siapa yang main gamelan itu, aku pergi kesana. Tapi aku liat, disana gaada orang sama sekali.” Denger cerita Shafa itu aku pun ikut merasa takut. Padahal aku sebelumnya tidak pernah menganggap hal seperti itu adalah hal yang nyata. 
Lalu Putri juga bercerita “Aku juga pernah ngalamin kejadian horror. Waktu itu aku lagi di kamar mandi sekolah sendirian, terus aku denger ada suara perempuan ketawa. Tapi setelah itu dia nangis. Aku langsung cepet cepet keluar dari kamar mandi”. Terus Dita membalas “kamar mandi itu memang tempat yang paling sering kejadian horor.”


Setelah kita banyak ngobrol, Dita bilang kepadaku “temenin aku ke kamar mandi yu”. Lalu kita berdua pergi ke kamar mandi. Dita masuk ke kamar mandi dan aku menunggu Dita diluar sambil bercermin. Aku tibatiba merasa lapar, jadi aku pergi ke kantin untuk membeli sedikit cemilan. Saat aku kembali ke kamar mandi, Dita sedang bercermin di kamar mandi. “Kita ke kelas lagi yu, Dit” aku mengajaknya lagi. Dita menjawab “kamu duluan aja” dengan ekspresi yang datar. Aku merasa aneh, dan aku bertanya “kamu kenapa Dit?” dan Dita tidak menjawab pertanyaanku lagi. Aku mencoba lagi untuk mengajaknya ke kelas namun dia hanya terdiam dan senyum sedikit sambil menatap dirinya di cermin. 


Akhirnya aku pergi kembali ke kelas dan meninggalkan Dita di kamar mandi. Perasaanku disitu sudah tidak enak. Aku benar benar ketakuan namun aku mencoba untuk berpikir positif. Saat sampai di kelas, aku kaget karena aku melihat Dita ada di kelas sedang mengobrol dengan teman temanku yang tadi. Lalu Dita nanya “kamu habis darimana? Ko tadi tibatiba pergi pas kita lagi ngobrol”. Aku menjawab“Dit, tadi aku ke kamar mandi sama kamu” sambil kebingungan dan merasa takut. Dita pun bingung dan menjawab “Aku daritadi ada di kelas sama yang lain”. Putri juga bertanya “kamu kenapa? Dita daritadi disini sama kita” Aku menceritakan apa yang baru saja terjadi. Teman temanku langsung teriak ketakutan karena baru saja kita membahas hal itu bareng bareng. Semenjak kejadian itu aku akhirnya percaya bahwa kejadian horror di sekolah ini adalah kejadian yang nyata, bukan hanya imajinasi.

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages