Bird Lover and Love Bird
Hidup seorang pencinta binatang memang hal yang luar biasa, dapat mengenali binatang dengan sekali lihat, mengetahui kebiasaanya, cara mereka bertahan hidup, dst. Percy merupakan seorang pecinta burung, dia sangat suka memotret berbagai macam burung hingga berkeliling dunia dari yang umum hingga yang langka. Namun terkadang dia merasa foto yang didapatnya tidak seindah yang dibayangkan, tetapi itu tidak membuatnya menyerah dengan hobinya. Sesekali dia pergi ke perpustakaan atau toko buku untuk mencari berita tentang burung, saat di perpustakaan dia sering bertemu dengan penjaga perpustakaan yang menjadi teman dekatnya yang bernama Laura.
Percy saat itu sedang mencari info tentang love bird, memang love bird menjadi salah satu burung yang sering di pelihara hingga memiliki komunitasnya tersendiri. Itu dikarenakan love bird memiliki banyak variasi warna yang cukup banyak dan suara yang unik. Percy sebagai pencinta burung memang sering melihat love bird di alam bebas maupun di rumah orang- orang, namun setelah ia memotret burung itu ia merasa ada yang kurang di dalam fotonya. Jadi ia mencari tahu apa yang kurang difotonya dengan membaca buku di perpustakaan, namun tetap saja dia masih tidak menemukan apa yang dicarinya.
“Kayaknya kamu kebanyakan baca buku sampai nempel tulisanya di muka kamu.” Kata Laura sambil duduk di sebrang meja Percy.
“Iya nih masih bingung apa yang kurang di fotoku, liat aja.” Balas Percy sambil memberikan kameranya ke Laura.
Laura melihat isi kamera yang dipenuhi dengan foto love bird, foto yang diambil oleh Percy terlihat sangat profesional hanya ada beberapa foto yang terlihat blur dan goyang. Laura yang sudah melihat isi fotonya pun bertanya “Bagus kok fotonya, emang apa yang kurang?”
“Ya, kalau saya tau saya gak akan kesini cari info”
“Kenapa gak cari di internet aja? Kan gak repot harus buka tutup buku cari info yang tentu belum ada.”
“Udah dicari, malah banyak link jualannya daripada info yang benernya.”
Setelah mendengar itu Laura hanya tersenyum menahan tawa, Percy yang melihatnya hanya bisa memutar matanya dan kembali membaca. Hingga tak terasa hari pun menjadi petang Laura mulai membereskan perpustakaan dan bersiap pulang, Percy juga mulai mengembalikan buku kepada raknya sambil sedikit membantu membereskan perpustakaan. Mereka pulang dan mencari cafe untuk mengobrol kembali soal love bird, pada awalnya Laura menolak namun setelah dijanjikan es krim spesial yang cukup mahal dia pun ikut.
Suasana sore cafe cukup padat dipenuhi oleh remaja dan orang yang pulang kerja, Percy memesan coklat panas dan kentang goreng juga eskrim spesial untuk Laura. Mereka membuka handphone masing masing diam tak berbicara sambil menunggu pesanan datang. Banyak percakapan yang terdengar dari pelajaran hari esok, kapan libur, beberap kerjaan yang belum selesai, dll. Setelah pesanan tiba mereka menurunkan handphone mereka dan mulai berbicara.
“Masih belum ketemu juga di internet emang lebih baik baca buku aja.” Kata Percy membuka percakapan.
“Masa sih? Kamu aja kali yang carinya gak bener, dasar buta internet.” Ejek Laura sambil memakan eskrim bagian coklat.
“Emang udah dapet info apa aja?”
“Ini rumornya love bird itu mendatangkan jodoh, katanya kalau kamu berdua dengan pasangan sambil membiarkan love bird yang berpasangan dijamin nikah sampai meninggal.”
“Terus? Apa hubunganya dengan foto?”
“Di fotomu love birdnya gak ada orang yang pasangan kan? Mungkin itu yang kurang, kan bisa aja kurang Lovenya gitu didalam fotomu”
Percy hanya bisa memasang muka bingung, dia mulai berpikir apa yang dikatakan Laura ada benarnya juga. Percy hanya terdiam setelahnya menghabiskan kentangnya sambil sesekali membuka handphonenya, melihat Laura, meminum coklat panasnya. Setelah Laura menghabiskan eskrimnya Percy lalu pergi ke kasir dan memberi tahu Laura mereka akan bertemu besok saat waktu makan siang di taman. Laura hanya bisa mengangguk kebingungan, dia tidak menolak ajakan Percy karena ia tahu ini idenya dan melihat muka Percy yang serius terlihat jelas tidak menerima penolakan.
Waktu seperti melaju dengan cepat seolah tidak ada batas antara kemarin dan hari ini, Laura sudah mulai bersiap dengan gaun cerah yang memiliki corak bunga. Dia langsung pergi ke taman yang Percy sebut, dia melihat taman itu sangat luas dan indah banyak bunga dan pohon yang tertata rapih dengan hiasan- hiasannya. Laura mencari dimana Percy berada, setelah berjalan cukup lama ia melihat sebuah antrian yang cukup panjang dan seorang pria yang dengan gesit memotret. Menghela nafas Laura pun mendekati Percy yang sedang sibuk memotret pasangan dengan love bird yang bertenger di bahu mereka. Setelah beberapa menit Percy masih saja memotret tanpa menoleh ke arah Laura, tentu saja karena sudah mencari dan didiamkan ketika tiba Laura menepuk bahu Percy. Respon yang di dapat Laura adalah “pegang ini, dan diam disamping” lalu Percy kembali memotret kembali pasangan pasangan dengan love bird dan pose pose yang di atur oleh Percy.
Laura yang diam dan hanya menjadi ‘pembantu’ Percy tentu mulai kesal, tapi apa boleh buat bisa dibilang ini juga rencana yang di sarankan oleh Laura juga. Setelah beberapa lama antrian pun menghilang Percy mulai melihat lihat hasil foto yang didapatnya, sedangkan Laura pergi mencari minuman dan makanan. Percy yang melihat hasil fotonya sedikit senang dengan hasil yang memiliki perasaan cinta, namun tetap saja dia merasa masih kurang dalam beberapa sisi. Ketika Laura kembali dengan makanan dia melihat Percy dengan muka tidak puas melihat kameranya.
“Kenapa? Bukanya udah bagus tadi foto pasangan dengan love birdnya?” tanya Laura.
“Iya bagus sih... Cuma entah kenapa masih ada yang kurang aja.” Jawab Percy dengan nada kecewa.
“Lagian kamu fokus baget sama pemotretannya, kamu enjoy gak fotoin pasangan pasangan tadi?”
“Jelas enggak, saya emang niat foto burung doang bukan orangnya.”
“Pernah gak foto diri sendiri gitu sama burung burungnya?”
“Gak pernah... emang apa bagusnya foto diri sendiri?”
“Banyak ngomong, coba aja dulu.”
Laura pun mengambil kamera Percy dan menaruhnya ditripod. Percy terkejut saat Laura memerintahnya untuk mempersiapkan love bird dibahunya, dengan cepat Laura kembali duduk disebelah Percy dan mulai berpose. Percy dengan refleks mengikuti pose yang Laura lakukan, kamera mulai berkedip dengan cepat dan *flash*. Burung yang tadi berada di bahu Percy dan Laura pun terbang menuju ke ranting pohon, Percy langsung melihat kameranya terlihat fotonya yang tersenyum kaku dengan Laura sedang berpose seperti pasangan.
“Gimana? Baguskan ada kamu, aku dan love birdnya jadi udah jangan murung mulu bosen liatnya.” Ucap Laura dengan nada menghibur.
“Ya gak buruk, buat foto ini mungkin akan ku print dengan ukuran 4A dan dikasih figura dengan tulisan love.” Balas Percy dengan bercanda.
“eh...?”
“hm?”
(END)
(Kari)
No comments:
Post a Comment