Bandung, 20 Oktober 2021, KOMA – “Sekarang telah
menjadi lautan AKSI!!! Mari bung rebut kembali”. 14.30. Sorak sorai kawan-kawan
Mahasiswa Bandung menggema sepanjang jalan Monumen Perjuangan-Pasupati menuju
arah Gedung Sate, lagi dan lagi mahasiswa Bandung menggugat. Poster dan
selebaran bertuliskan ‘Indonesia Krisis HAM’, ‘Katanya pembangunan, nyatanya
kerusakan’ ‘Jokowi antek oligarki’, ‘Jokowi loba hereuy’ yang jika di
terjemahkan memiliki artian ‘Jokowi
banyak bercanda’, dan masih banyak lagi tulisan kawan-kawan Mahasiswa tentang
keresahan mereka saat aksi siang itu.
Akar pada aksi tersebut
ialah untuk mengevaluasi terhadap 2 tahun kerja Jokowi (Presiden Indonesia
ke-7) yang dianggap tidak dapat menepati janjinya saat mencalonkan diri sebagai
presiden 4 tahun silam. Dimulai dengan krisis HAM, krisis ekonomi, krisis
pendidikan, hingga krisis lingkungan. “Jika dilihat kebelakang, perkembangannya
stasis dan minim perubahan”, ucap Ilyas selaku Presma UPI menggunakan megaphone
saat berorasi.
Tidak hanya satu melainkan ada beberapa lagi
kawan-kawan mahasiswa yang berorasi menyampaikan keresahan dan kritiknya
terhadap pemerintahan dibawah rezim Jokowi, dan aksi ini membuktikan bahwa
sebagai mahasiswa, kawan-kawan mempunyai value dan haknya sebagai pelajar untuk
menyuarakan aspirasinya terlebih lagi jika dalam hal tersebut menyangkut rakyat
Indonesia. Sejatinya mahasiswa adalah ujung tombak rakyat.
(Muhamad Mirza Fahrul Fauzi – KOMA)
No comments:
Post a Comment