Sumber : google.com
Bandung, KOMA - Halo saKOMA! Kali ini aku mau mengulas salah satu film fiksi ilmiah yang berjudul The Midnight Sky. Film yang mengambil latar belakang sebuah bencana alam global yang terjadi pada tahun 2049 ini merupakan hasil adaptasi dari novel karya Lily Brooks-Dalton. Film ini diperankan di antaranya oleh George Clooney, Felicity Jones dan David Oyelowo.
Cerita pada The Midnight Sky diambil dari dua sudut pandang pemain, yakni Augustine (George Clooney) dan para kru pesawat yakni Sully (Felicity Jones), Tom Adewole (David Oyelowo), dan Mitchell (Kyle Chandler). Film ini mengambil latar waktu 3 minggu setelah bencana dahsyat "The Event", dimana permukaan bumi tiba-tiba menjadi tidak ramah. Augustine yang saat itu berada di salah satu bandar antariksa kutub utara menolak untuk ikut dalam upaya evakuasi dan memilih untuk tetap tinggal di bumi. Penolakannya karena ia menyadari bahwa dirinya hanya akan menjadi beban karena dirinya sakit keras dan sekarat. Ia kemudian memutuskan untuk tetap berada di bumi dan mengontak misi luar angkasa untuk memberitahu kondisi yang sedang terjadi di bumi.
Berdasarkan data dari bandar antariksa, hanya ada satu misi luar angkasa yang masih aktif yaitu Æther, sebuah misi luar angkasa yang bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan untuk manusia tinggal di salah bulan yang mengelilingi planet Jupiter, bulan tersebut memiliki nama K-23. K-23 merupakan bulan yang ditemukan oleh Augustine.
Sementara itu, Æther yang diawaki oleh Commander Adewole (David Oyelowo), Dr. Iris Sullivan (Felicity Jones), Maya (Tiffany Boone), Sanchez (Demián Bichir), dan Micthell (Kyle Chandler) sama sekali tidak mengetahui keadaan di bumi. Kru Æther kebingungan karena bandar antariksa di bumi tidak merespon segala bentuk komunikasi.
Berbagai usaha terus Augustine lakukan agar bisa menghubungi Kru Æther untuk memberi peringatan agar mereka tetap berada di luar angkasa. Di sisi lain, para astronot tengah merencanakan kepulangan mereka ke bumi setelah dilanda keputusasaan. Situasi bertambah rumit bagi Augustine saat seorang anak bernama Iris (Caoilinn Springall) muncul di fasilitas lebnya. Selain tidak mampu berbicara, Iris juga tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi hingga ia berada di Kutub Utara. Augustine pun merasakan ikatan berbeda dengan gadis cilik tersebut yang kemudian menemaninya untuk menjalankan misi.
Setelah mengorbankan keselamatan dirinya sendiri, akhirnya Augustine berhasil menghubungi salah satu awak pesawat, yaitu Sully. Augustine memerintahkan Sully dan awak pesawat lainnya untuk tidak kembali ke bumi. Awak kapal terkejut ketika menyadari bahwa mereka tengah kembali menuji bumi yang sedang dilanda bencana besar.
Film ini diakhiri dengan Mitchell dan Sancez kembali menuju bumi tempat tinggal mereka. Kedua astronot ini siap menghadapi berbagai risiko yang ada, termasuk kematian yang akan menghampirinya. Sedangkan Agustine pada akhirnya meninggal dunia dengan tenang setelah berhasil menyelamatkan Sully, yang diakhir film diketahui merupakan anaknya yang selama ini tidak dia ketahui keberadaanya. Karakter Iris kecil ternyata merupakan halusinasi dari sang ilmuwan yang merasa bersalah karena tidak bisa menjadi seorang ayah yang baik.
Hingga akhir film, Agustine tidak memberi tahu Sully bahwa dia merupakan ayahnya. Agustine mengakhiri perannya dengan tangis bahagia sambil memandang langit malam yang indah karena mengetahui bahwa kini puterinya telah aman dan selamat. Sedangkan Adewolo dan Sully kembali menuju planet K-23 seperti yang disarankan Agustine. Mereka mengambil tanggung jawab sebagai harapan terakhir umat manusia untuk memulai kembali sejarah peradaban di planet tersebut.
Secara keseluruhan, sinematografi dan kualitas para aktor dan aktris merupakan aspek terbaik dalam film ini. Sayangnya aspek tersebut tidak didukung dengan jalan cerita yang menarik. The Midnight Sky mungkin kurang memenuhi ekspektasi kalian para pecinta film bergenre fiksi ilmiah, karena film ini lebih menekankan pada problematik pribadi antar pemain dibanding tentang bencana yang dihadapi dan bagaimana para karakter menghadapi masalah tersebut. Namun, film karya George Clooney ini tetap bisa ditambahkan ke dalam daftar tontonan akhir pekan kalian. Terlebih lagi film ini secara tidak langsung mengingatkan untuk lebih memperhatikan dampak perbuatan kita sebagai umat manusia, terhadap bumi tempat tingga kita.
No comments:
Post a Comment