Sandekala - KOMA's Official Website

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sandekala

Share This

 



 “Ulah kaluar pas sareupna, pamali, bisi diculik Sandekala”.


Masyarakat Sunda pasti sudah tidak asing dengan ungkapan diatas yang artinya “jangan keluar di waktu maghrib, pamali, nanti diculik Sandekala”. Ungkapan ini berhubungan dengan Pamali dan Mitos yang beredar di masyarakat Sunda terhadap bangsa jin yang disebut Sandekala.


Lalu apa itu Sandekala?

Sandekala merupakan makhluk sebangsa jin yang dipercaya dan beredar di kalangan Masyarakat Sunda sebagai bentuk dari adanya mamala (konsekuensi buruk) akibat dilanggarnya pamali. Nama Sandekala diambil dari dua kata Bahasa Sunda yaitu “Sande” yang artinya “bukan” dan “Kala” yang artinya “waktu”. Makhluk ini dihubungkan dengan pamali larangan anak kecil untuk keluar di waktu maghrib karena itu dianggap bukan waktu yang tepat untuk keluar rumah.


Dalam cerita legenda yang beredar di masyarakat Sunda, Sandekala dipercaya kerap mengganggu dan menculik anak-anak yang bermain di luar rumah ketika waktu maghrib tiba. Mitos ini digunakan para orang tua untuk melarang anaknya bermain keluar rumah saat pergantian waktu dari sore ke malam, terutama saat adzan maghrib berkumandang. Beberapa orang percaya bentuk Sandekala berupa makhluk besar berbulu, bertanduk dan memiliki sayap yang sangat lebar. Sebagian lagi percaya bahwa Sandekala berwujud wanita layaknya wewe gombel. Anak-anak yang diculik oleh Sandekala biasanya mengalami linglung serta kesulitan untuk berkomunikasi. 


Sandekala berpindah-pindah tempat 3 bulan sekali. Oleh karena itu sandekala selalu dikaitkan dengan perhitungan arah-hari baik dan buruk dalam mengerjakan hajat tertentu, seperti pindah rumah, kenduri pernikahan atau khitanan, mendirikan rumah dan lain-lain. Pada bulan rajab dan rewah (perhitungan bulan Sunda) sandekala sedang berada di barat, sehingga ketika pantrang melakukan aktivitas yang arahnya di sebelah barat.


Sampai hari ini, Mitos Sandekala masih berkembang di masyarakat Sunda sebagai cara orang tua untuk mengingatkan anaknya agar tidak berkeliaran di luar rumah saat waktu maghrib tiba. 


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages