Bandung, KOMA - Halo teman-teman semua, pasti kalian semua sudah pada tahu dong tentang musik Lo-Fi. Ya, musik yang sering kita dengar saat kita akan mengerjakan tugas ataupun ingin bersantai sambil menikmati alunan musik yang menenangkan. Tapi teman-teman pasti juga pernah mendengar mengenai Lo-Fi yang “katanya” bisa membuat pikiran kita lebih fokus dan meningkatkan pola pikir kita. Kira-kira apakah rumor ini benar? Atau salah? Untuk mendapat jawaban, mari kita bahas sekarang.
Pertama, apa itu Lo-Fi? Ia adalah sebuah singkatan dari “Low-Fidelity” yaitu musik dengan kualitas rendah atau banyak yang menyebutnya sebuah musik yang tak sempurna. Kenapa Lo-Fi disebut begitu karena dalam Lo-Fi memilki stuktur musik yang rendah yang bahkan tak memilki satu pun suara vokal dalam musiknya. Juga, dulu musik Lo-Fi selalu berkaitan dengan musik yang rendah, kumuh, dan jorok karena banyak terdengar banyak noise bunyi hujan atau rintikan air dari rekamannya. Namun seiring dengan perkembangan zaman, kini Lo-Fi justru menjadi salah satu genre musik yang memilki banyak peminat dikarenakan gaya musiknya yang unik.
Ada 3 (tiga) struktur musik yang ada di dalam Lo-Fi yaitu
· Jazz Instrumental
· Irama ketukan Drum
· Dan Enviromental Noise
Dan struktur inilah yang dimainkan dengan gaya yang dibuat berantakan dengan frekuensi dikisaran 70 hingga 95 ketukan per menit membuat ketidaksepurnaannya menjadi identitas genre yang kita kenal seperti sekarang.
Bagaimanapun, kita sebagai manusia memilki kapasitas tertentu dalam mempertahankan waktu fokus kita, dan mendengarkan musik mengambil beberapa bagian dari kapasitas itu, karena itu keheningan akan selalu menjadi cara terbaik untuk membuat kita semakin fokus dalam mengerjakan suatu hal.
Walaupun begitu, ada 2 benefit penting yang dapat kita ambil saat kita mendengarkan Lo-Fi sembari mengejarkan perkerjaan atau aktifitas.
Yang pertama ialah, dengan mendengar musik Lo-Fi maka itu akan memblokir banyaknya suara gangguan disekitarmu dan musik Lo-Fi itu akan membentuk Aural Cocoon atau pelindung/penyaring suara yang dapat menyetel atau mengurangi suara distraksi dengan menyetel suaranya menjadi ritme yang mudah ditebak.
Yang kedua ialah ini dapat berfungsi sebagai Stimulant atau perangsang. Dengan menempatkan diri kita dalam atmosfer yang nyaman dengan ritme suara yang berada diantara mengatuk dan suara yang terus bermunculan dapat menbuat diri kita menjadi lebih produktif tanpa terlalu menganggu.
Disaat itulah instrumental musik Lo-Fi ambil bagian. Isntrumental jazz dan ketukan drum yang terus berulang membawa kesan segar dan menyenagkan, cara dimainkannya yang cukup lambat dan berulang membuat diri kita secara tak sadar dapat menebak ritme yaang akan kita dengar.
Juga dengan frekuensi musik dan enviroment noise yang berfungsi sebagai Blanket atau selimut membuat seluruh komponen musik di dalam Lo-Fi menyatu menjadi satu dan medorongnya hingga menjadi suara latar belakang menggunakan teknik yang di sebut Spasialisasi membuat Lo-Fi terdengar tidak seperti rekaman, namun terdegar seperti benar-benar ada dalam lingkungan sekitar.
Yang terakhir dengan obsesinya banyak orang dengan musik yang nyaman dan elemen-elemen nostalgia seperti bunyi rintikan hujan, bunyi jangkrik di malam hari, atau bahkan bunyi OST membuat kita sang pendengar berasa damai dan nyaman sehingga dapat meningkatkan mood kita.
Semua hal ini digabungkan untuk membuat Lo-Fi HipHop menjadi lebih mudah diproses oleh telinga kita dan menjadi musik yang ideal untuk membantu kita menjadi lebih fokus.
Begitulah teman-teman bagaimana ternyata sebuah musik Lo-Fi sederhana dapat membuat kita menjadi lebih fokus dan meningktakan pola pikir kita.
Terimakasih.
- Faraj Muzakki
No comments:
Post a Comment