HALUSINASI TERINDAH MIKASA - KOMA's Official Website

Post Top Ad

Responsive Ads Here

HALUSINASI TERINDAH MIKASA

Share This

 HALUSINASI TERINDAH MIKASA

Oleh : Fitri Lailatus Syukriyah


Di sebuah kota kecil ada seorang gadis Bernama mikasa, dia hidup Bersama ibu dan

ayahnya tapi sang ayah telah meninggal sekitar 2 tahun lalu . keluarga mikasa memiliki

sebuah butik yang sudah berjalan sebelum ayahnya meninggal, wlaupun dia dari keluarga

yang berkecukupan tapi mikasa selalu menjalani kehidupan dengan cara yang sederhana

Bersama ibu nya. Dia memiliki sebuah impian untuk selalu mengembangkan butik milik

keluarganya.


Mikasa mendapatkan beasiswa dibidang design fashion setelah dia lulus SMA.

Hingga tiba pada suatu hari saat mikasa mencoba mengikuti sebuah perlombaan design

fashion yang diadakan oleh pihak kampus Bersama 2 temannya, untuk pertama kalinya

mikasa merasa sangat senang dan bersemangat karena dia bisa memperlihatkan design

fashionnya kepada banyak orang, tapi dia selalu merasa khawatir dan takut akan pandangan

orang lain terhadap design buatannya. Meskipun Mikasa selalu berusaha sangat keras untuk

apa yang sedang dia kerjakan tapi rasa takut terus membuatnya merasa semakin tertekan

sampai harus begadang untuk menyelesaikan design yang dia buat.

Malam sebelum perlombaan dimulai, mikasa mengobrol dengan ibu nya dikamar

sembari tidur dipangkuan ibunya.

“ibu.. apakah aku bisa menyelesaikannya sesuai harapanku”.

Ibu mikasa tersenyum sembari menghelai rambut mikasa.

“ibu yakin dan percaya kamu bisa nak”. Jawab ibu mikasa

Mikasa duduk disamping ibunya dan menatap ibunya dengan mata yang berkaca-kaca

sambill berkata.

“ibu, bagaimana jika semua tidak berjalan sesuai rencanaku ?”.

Ibu mikasa memeluk mikasa dengan hangat untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan

kepada mikasa.

“ibu percaya pada kemampuan anak ibu”. Ujar ibu mikasa


Mikasa merasa sedikit tenang dengan sentuhan dan perkataan sang ibu sehingga

membuat semangatnya bangkit kembali. Malam sebelum perlombaan dimulai dalam

percakapan pada malam itu mikasa meminta sang ibu untuk datang dalam acara perlombaaan

untuk memberikan dukungan kepadanya tapi sang ibu hanya tersenyum sambil melihat

kearah mikasa.


Keesokan hari pada siang hari dimana perlombaan itu dimulai, mikasa datang lebih

awal bersama 2 temannya yaitu Sasa dan Miko. Mikasa merasa sangat khawatir dengan apa

yang akan terjadi, sembari menenangkan diri Mikasa selalu melihat bangku penonton untuk

melhat apakah sang ibu akan datang untuk memberikannya sebuah dukungan.

Perlombaan pun dimulai menjelang sore, Mikasa mulai mempresentasikan design

miliknya didepan banyak orang sambil melihat bangku tempat ibunya dengan harapan sang

ibu akan datang diacara pentingnya. Dipertengahan presentasinya Mikasa melihat sang ibu

sudah ada dibangku penonton dengan senyuman bangga diwajahnya.


Mikasa merasa sangat lega bisa melihat sang ibu datang diacaranya, hal itu membuat

kepercayaan diri mikasa lebih meningkat. Sembari melihat sang ibu, Mikasa akhirnya

menyelesaikan presentasinya dengan baik bersama 2 temannya. Setelah acara perlombaan

selesai, Mikasa dengan ditemani 2 temannya mulai berjalan menuju belakang panggung.

Dengan bangga Mikasa berbicara kepada 2 temannya.


“Miko Sasa apa kamu tau ?, aku merasa lega karena bisa menyelesaikannya dengan baik dan

aku sangat senang ibuku bisa melihatku berbicara dengan percaya diri”.

Teman-teman mikasa terheran dengan perkataan mikasa, karena merasa ada yang tidak beres,

teman-teman mikasa memberanikan diri untuk bertanya.

“kamu melihat ibumu dimana ?”. kata Sasa dengan nada yang sangat penasaran

“apa kamu tidak melihat, ibuku ada dibangku penonton. Dia tersenyum saat melihatku tadi”.

Jawab mikasa

“M ikasa, apa kamu baik-baik saja ?, apakah ada sesuatu yang membuatmu merasa sangat

tertekan ?”. kata Miko

Akhirnya Mikasa pun merasa aneh kepada kedua temannya yang terus-teruan

mempertanyakan tentang keberadaan sang ibu, dengan sedikit kesal, mikasa menjawab

pertanyaan Miko.


“kalian kenapa ?, aku merasa kalian terheran dengan apa yang aku katakana”. Kata Mikasa

Dengan mendengar perkataan Mikasa, Miko pun akhirnya mengungkapkan sesuatu yang

membuat Mikasa sangat terkejut.

“sadarlah Mikasa, siapa yang kamu lihat dibangku penonton tadi ?, apa kamu lupa kalau

ibumu sudah meninggal 1 tahun lalu setelah kepergian ayahmu”. Kata Miko

“apa yang kamu katakan, jelas-jelas aku melihat ibuku didepan dan akupun menatap mata

ibuku, kemarin malam kita juga mengobrol banyak tentang perlombaan ini”. Jawab Mikasa

dengan sedikit kesal.

“tenanglah Mikasa, coba ingatlah apa yang membuatmu sangat tertekan sehingga kamu

berhalusinasi sangat panjang”. Kata Sasa sembari memeluk Mikasa

Mendengar perkataan itu membuat Mikasa membayangkan kejadian semalam

bersama ibunya dan ternyata benar, Mikasa hanya berhalusinasi karena merasa ada tekanan

dalam perlombaan. Mikasa merasa harus bisa memenangkan perlombaan agar design fashion

miliknya bisa dikenal banyak orang sehingga dia bisa melanjutkan bisnis butik milik

keluarganya. Mikasa pun menangis dipelukan Sasa, sembari mengingat percakapannya

bersama sang ibu di malam sebelum perlombaan dimulai. Akhirnya perkataan ibunya

membuatnya bangkit kembali. Entah seberapa banyak kegagalan yang akan dihadapinya,

Mikasa percaya selama dia punya keyakinan untuk bangkit dan terus berjuang, kegagalan

yang terus menghampirinya akan berubah menjadi sebuah keberhasilan. Dari situlah

kepercayaan diri Mikasa terbentuk sampai pada akhirnya Mikasa memenangkan

perlombaannya. Mikasa diminta untuk mengambil piagam penghargaan diatas panggung

untuk kemenangan design miliknya dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidato.


Pada saat itu Mikasa hanya bisa menangis sambil berkata

“ibu.. Mikasa berhasil, terimakasih banyak karena selalu ada disaat aku sangat membutuhkan

pelukan hangatmu. Maafkan aku karena ibu tidak bisa melihat keberhasilanku”.

Mendengar pidato Mikasa yang sangat mengharukan, kedua teman Mikasa pun ikut

menangis. Kemenangan ini membuat Mikasa tersadarkan bahwa dia harus bisa melanjutkan

butik milik keluarganya, hal itu membuat Mikasa semakin merasa harus mengembangkan

bakatnya dalam butik milik keluarganya. Sepulang dari perlombaan dengan dibantu kedua

temannya, Mikasa pun mulai membuka kembali bisnis milik keluarganya.


2 tahun kemudian..

Setelah kejadian itu, Mikasa mulai menjalankan bisnis butik keluarganya dengan baik

dan bisnis yang dikembangkannya semakin banyak dikenal oleh orang. Mikasa menjalani

hidupnya dengan sangat damai dan bahagia dengan ditemani teman-teman baiknya, dalam

menjalani kehidupannya Mikasa selalu mengingat perkataan sang ibu untuk dijadikan

motivasi setiap harinya dan sampailah dititik dimana Mikasa mulai menerima jalan hidupnya

sekarang.


TAMAT

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages