KOMA Horror (Riddle)
Aku tahu jika mereka berdua sangat akrab, saking akrabnya pakaian, tas, hingga make up mereka pun serupa bak anak kembar. Mereka adalah mahasiswi kampus sekitar sini. Mengapa Aku tahu hingga demikian? karena mereka selalu datang ke kedai kami setiap hari. Orang-orang berkata, kedatangan mereka ke kedai kami memberikan warna tersendiri karena mereka memiliki sifat yang ceria dan supel yang membuat suasana kedai kami menjadi ramai.
Hari ini, menurutku agak sedikit hening dan sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya. Aku mendengar salah satu mahasiswi dengan bondu putih itu seperti bertengkar dengan sahabatnya. Namun aku merasa sedikit cemas entah kenapa.
"Semoga ini hanya perasaanku saja" jawabku dalam hati.
Mungkin sangat tidak sopan jika Aku menguping, tetapi Aku benar-benar penasaran dengan apa yang dibicarakannya. sepatah dua patah kata kudengarkan, Aku memahami jika Dia sangat suka meniru sahabatnya itu.
"Aku sangat senang sekali jika semuanya sama denganmu, Bunga"
"Aku ingin menjadi seperti dirimu"
"...Karena kamu adalah panutanku" ucapnya dengan nada rendah hampir menangis.
itulah yang Aku dengar.
Tak lama, Dia keluar dengan menahan tangis. Aku sangat mencemaskannya namun Aku tidak bisa berbuat banyak.
Malam ini kuakhiri pekerjaanku. Aku izin pulang ke manajer dan segera mengenakan jaket kesayanganku. Di perjalanan, Aku melihat banyak sekali orang yang berkumpul di tengah jalan. Aku penasaran dan bertanya
"Permisi, apa yang telah terjadi?"
"Tadi ada seseorang yang menabrakkan dirinya ke bis"
"Ya Tuhan, bagaimana kronologisnya?"
"Jadi, mahasiswi berbondu putih itu lari ketengah jalan dan menghadapkan dirinya ke depan bis yang sedang melaju kencang. Kejadiannya mirip sekali seperti kemarin."
Seketika aku menangis sunyi tiada henti.
Ditulis oleh (INU).

No comments:
Post a Comment